Ruang Kita: Semesta, Mengapa Aku Jatuh Hati Padanya?

Kian hari rasa ini kian menguat, bersamaan dengan ketidakhadiran sosoknya lagi dalam keseharianku. Lucu, memang aku yang selama ini enggan untuk membuka hati setelah merasakan rindu yang  begitu menyiksa pada sebuah nama dibuat jatuh hati dan dibuat lupa dengan kehadiran rindu pertama. Sayangnya, aku bukan seperti kebanyakan orang yang bisa melupakan dengan begitu cepat. Rasaku telah hadir sejak setahun yang lalu. Dalam balutan senyum yang ditampilkan, dari sikap tegas yang begitu menarik perhatian hingga tanpa kusadari kekaguman berubah menjadi rasa yang amat begitu melekat. Terpaku dengan kehadirannya sampai membuatku lupa bahwa aku juga punya kehidupan sendiri, perjalanan hidupku masih amat sangat panjang. Jika jodoh telah dikehandaki, maka bolehkah aku berharap jika dirinya adalah kehendak untukku kelak?. Banyak yang lebih hebat, banyak yang lebih rupawan dan banyak yang lebih cerdas lalu mengapa sebuah senyum saja dapat meluluhkan hati yang begitu keras. Campur aduk, perasaan yang sempat kurasakan. Kehilangan fokus untuk hal-hal lain membuatku sangat kesal terhadap dirinya. Rasa penasaran sangat melekat, mengapa aku jatuh hati padanya?. "Aku begitu menarik diriku darimu, menghindar darimu sebisaku karena aku tau semakin sering aku melihatmu, semakin dalam juga rasaku". Aneh, memang aku yang sering menyarankan kepada banyak orang untuk tak terlalu mencintai seseorang sepertinya justru merasakan itu dengan rasa yang sangat dalam. 

Mungkin ini terdengar pengecut tapi dari dulu hingga kini aku masih suka dengan caraku mencintai dalam diam. Aku tak mau mengganggu kehidupanku maupun kehidupannya.  Jika pada akhirnya dia bukan untukku, aku pun akan tetap bersyukur aku pernah jatuh hati padanya. Jika tulisan ini dibaca olehnya, aku ingin berterima kasih telah membuatku merasakan sebuah rasa yang campur aduk. Kelak apapun takdirku dan dirinya aku harap itu takdir yang paling baik, takdir yang membuat kami sama-sama merasa bahagia.

Lagipula waktu masih sangat panjang, aku tak bisa memungkiri walau aku sulit untuk melupakan mungkin aku bisa jatuh cinta kembali pada orang lain lagi walau tentu saja bukan dalam waktu dekat ini. 

"Jatuh hati bukan berarti harus memiliki, kadangkala juga menjadi pelajaran bahwa ada beberapa hal yang perlu diikhlasan sepenuh hati"





 

Comments

Popular Posts