Depresi Bukan Sebuah Tebak-tebakan!!!

Dear, kamu 

Lewat tulisan ini aku ingin kita sama-sama mengakui bahwa kita adalah seorang manusia yang bisa terjebak dalam lara hingga cenderung putus asa. Aku, kamu, kita semua tak bisa melawan itu. Apalagi jika sebuah ekspetasi tinggi yang berasal dari ambisi tak dapat menjadi kenyataan.  Namun bukan berarti kita sendiri memvonis bahwa diri sedang depresi, karena bagaimanapun depresi atau tidaknya seseorang hanya bisa diketahui saat sudah melewati perbincangan, pemeriksaan dari mereka yang benar-benar mumpuni. 

Mungkin masalah yang kita hadapi sangat rumit, atau realita yang kadangkali membuat dada kita sesak. Tak ada salahnya memang bersedih hingga mengeluarkan tangis yang selama ini ditahan. Bahkan cenderung hebat, tapi sekali lagi depresi bukan sebuah candaan, depresi adalah sebuah penyakit mental yang harus ditangani oleh orang-orang profesional. 

Depresi pun bukan depresi saja, seperti penyakit fisik yang digolongkan penyakit ringan, sedang hingga berat. Depresi pun seperti itu, bukan sebuah tebak-tebakan yang jika salah tak akan berisiko fatal. Jika sedang bersedih lakukanlah setiap hal yang membuatmu menjadi lebih tenang, bukan malah memvonis diri sendiri sedang menderita depresi karena sepertinya hidup sedang tak memihak, diri sendiri tak menjadi peran utama dalam kehidupan. 

Aku harap kita semua tetap kuat, walau ditimpa kesedihan yang sepertinya terus menerjang. Dukungan selalu terselip untuk kita walau kadang kita menganggap bahwa kita berjuang sendirian. Semoga tak ada yang salah paham dengan tulisanku kali ini. 


*Salam hangat,
 Savitri Dwi M*

Comments

Popular Posts