Stop Nethink, Please

Dear, kamu...



Pasti kamu sering banget nethink sama Tuhan, diri sendiri dan orang lain. Nethink bahwa diri gak bisa, bahwa diri sendiri bodoh dan gak tau apa-apa, berhenti di situ tanpa melakukan usaha untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Gak bisa? Kamu lahir ke dunia ini memangnya langsung bisa berjalan? Bukankah ada tahapan-tahapan untuk kamu bisa memulai langkah pertamamu. Dari duduk, merangkak, sampai akhirnya bisa berjalan dan membuat senyum merekah di wajah kedua orang tua menyaksikan anaknya dapat memulai langkah pertamanya. Bukankah hal itu adalah contoh dari yang tidak bisa menjadi bisa. Ada proses dan tak perlu terburu-buru sebab menjadi lebih baik memang perlu waktu tapi bukan berarti hanya sekedar halu harus ada sesuatu yang kamu lakukan agar merubah diri kamu yang tidak bisa menjadi bisa.



Nethink sama Tuhan? Jujur aku pun masih sering nethink sama Maha Pencipta. Mengapa Tuhan menciptakanku dengan segala keperihan ini? Mengapa masalah tak pernah henti datang? Apa Tuhan tidak menyayangiku? Saat pikiran ini mulai menyusup ke dalam logika dan hati aku mencoba menggali hal-hal yang patut kusyukuri. Bisa menulis seperti sekarang saja sudah merupakan anugerah bagiku. Tulisan yang tak sempurna, namun tetap bisa terselesaikan atas izin -Nya
Coba lakuin hal yang sama gali hal yang kamu lupakan, yang harusnya kamu syukuri, banyak. Lebih banyak dari masalah seberat apapun. Hal-hal kecil yang sering terlewat untuk kita mengucap syukur.



Nethink sama orang lain. Selalu berasumsi jelek tentang orang lain. Sikap orang lain yang menurut kita tidak baik. Misalnya:Jarang senyum. Ada orang yang dengan sangat rapi bisa menutupi lukanya. Namun, bukan berarti semua bisa menyembunyikan luka. Ada orang yang memang tak bisa untuk berpura-pura bahwa dia sedang baik-baik saja. Lantas apakah kita tahu seberapa dalam luka yang telah dia terima sehingga kita dapat menghakiminya? Orang yang pendiam seringkali kita anggap sombong, apakah kita memang sudah benar-benar berusaha mengenal dia? atau hanya sekedar berbicara basa-basi demi mencari obrolan yang menghangatkan hati sendiri?. Bukankah lebih baik jika mencoba mengenal lebih jauh ketimbang punya pemikiran yang sangat jauh berbeda dari kenyataannya?




Stop Nethink, Please


Salam hangat, Savitri Dwi M








Comments

MRENEYOO said…
Hai mbak.. Sy kdg jg msh bersikap sprti itu, manusia mmg ga ada yg sempurna, sy jg masih belajar memperbaiki diri, btw kita sama"introvert ternyata... Sy suka blog yg personal kyk gini, salam kenal...
Savitri Dwi M said…
Maaf banget baru bales sekarang, terima kasih sudah mampir ke sini. Seneng banget kalo kamu suka sama blog saya. Salam hangat dari sesama introvert. Semangat ya, untuk terus memperbaiki diri. Salam kenal...

Popular Posts